Kamis, 01 Agustus 2013

Jaras Pengecap dan Penghidu Serta Hubungan antar Keduanya


     I. Indera Pengecap

Lidah adalah indra pengecap yang berfungsi untuk membedakan presepsi rasa pada makanan yang dimakan. Dalam menjalankan fungsinya, pengecap dapat merasakan ratusan sensasi yang dirasakan. Tetapi ada lima sensasi pengecap primer/dasar, yaitu: asam, asin, manis, pahit dan umami. Lima sensasi inilah yang saling berkombinasi sehingga tercipta ratusan sensasi yang dirasakan oleh indera pengecap.
Pada membran mukosa lidah tedapat papilla yang berfungsi membedakan rasa. Ada empat jenis papilla yaitu papilla filliformis, papilla fungiformis, papilla vallata/sirkumvalata dan papilla foliata. Terdapat taste buds sebagai reseptor pengecap yang terletak pada papilla (papilla valata/ sirkumvalata, papilla fungiformis, papilla foliata), selain itu taste buds juga terletak di pilar tonsilar, epiglotis, dan esofagus bagian proximal. Taste berdiameter sekitar 1/30 mm dan panjang sekitar 1/16 mm. Pada taste buds terdapat sel reseptor gustatorius. Pada permukaan sel reseptor gustatori terdapat pori-pori (taste pori) yang berhubungan dengan gustatory hair.

Jaras Pengecapan
Di awali dari Taste buds sebagai reseptor pengecapan akan menyebarkan impuls  menuju  ke nucleus gustatorius di medula oblongata melalui Nervus VII (fasialis), Nervus IX (glosofaringeus), dan Nervus X (vagus). Dimana nervus VII (fasialis) letaknya pada bagian 2/3 anterior lidah, nervus IX (glosofaringeus) letaknya pada bagian 1/3 posterior lidah dan nervus X (vagus) letaknya pada faring dan epiglottis kemudian ke tiga nervus ini akan bersinaps di nucleus traktus   solitaries di area gustatorik, kemudian nucleus solitaries mengirim neuron ke nucleus medial posterior ventral thalamus, selanjutnya di transmisikan ke bagian bawah girus postsentralis pada korteks serebri parietalis, neuron ini akan mengelilingi  fisura sylvii kemudian ke daerah operkulan-insular.  


    II.         Indera Penghidu

Hidung merupakan organ reseptor sensorik yang berfungsi menerima rangsang kimia berupa gas yang menghasilkan sensasi bau. Proses penghidu terjadi ketika ada seseorang melakukan proses inspirasi, karena sel-sel olfaktorius hanya bekerja ketika ada stimulus (rangsangan) ketika ada udara yang masuk kerongga hidung  sehingga untuk meningkatkan kemampuan penghidu seseorang dapat melakukan teknik menghirup udara.
Ada 3 sifat zat yang dapat memberikan rangsangan terhadap indera penghidu:
1.    Zat mudah menguap, ada gas hasil uap yang dapat masuk ke hidung
2.    Zat sedikit larut, agar zat dapat melewati mukus dan sampai di sel olfaktoria
3.    Zat larut dalam lipid, agar zat dapat terlarut dalam lipid yang ada di rambut-rambut olfaktoria dan ujung luar sel-sel olfaktoria.
Menurut penelitian sebagian besar ahli fisiologi, organ penghidu dipengaruhi oleh tujuh  sensasi penghidu primer, yaitu : camphoraceous (kamfer), musky, bau bunga, papperminty, eter, bau yang tajam, dan bau busuk.
Cavum nasi dilapisi oleh dua jenis membran mukosa, yaitu membran mukosa respiratorius dan membran mukosa olfaktorius. Membran mukosa olfaktoria terletak dibagian superior rongga hidung tepatnya melapisi permukaan atas concha nasalis superior yang memiliki luas permukan sekitar 2,5 cm2 dan tersusun atas epitel.
Ada tiga macam sel yang yang terletak di membran mukosa olfaktorius, yaitu : sel reseptor, sel penyokong dan sel basal. Sel-sel olfaktoria berfungsi sebagai reseptor penciuman, sel ini termasuk sel bipolar. Jumlah sel-sel olfaktoria sekitar 100 juta dan terletak selang-seling dengan sel sustentakular. Di sel olfaktoria terdapat olfactory hairs (cilia) yang berfungsi sebagai penerima stimulus kimia (odorant). Selain tiga macam sel di membran mukosa olfaktorius, juga terdapat glandula olfaktorius yang memproduksi mukus yang berfungsi melarutkan odorant.

Jaras Penghidu
Ketika seseorang mencium sesuatu, substansi kimia yang berbau (odorant)masuk ketika udara naik ke lubang hidung luar (nares), ketika odorant sampai di atas membran mukosa olfaktorius, odorant berikatan dengan olfaktoorius reseptor protein pada olfactory hairs. Setelah olfaktorius reseptor protein berikatan dengan odoran, olfaktori reseptor sel berpasangan dengan protein G dan mengaktifkan enzim adenilat siklase dan dihasilkan cAMP yang merangsang pembukaan chanel Na+ sehingga Na+ masuk kedalan sel  dan mengakibatkan depolarisasi dan terjadi potensial aksi. Kemudian potensial aksi disalurkan sepanjang reseptor olfaktorius, kemudian dari reseptor olfaktorius dihantarkan ke nervus olfaktorius, bulbus olfaktorius, dan berjalan sepanjang tractus olfaktorius sampai ke area olfaktorius primer di lobus temporalis cortex cerebri.

Hubungan antara Pengecap dan Penghidu

Antara indera pengecap dan penghidu terdapat hubungan dalam menghasilkan sensasi rasa. Ketika bahan kimia (testant) larut dalam air liur kemudian mengaktifkan reseptor pengecap (taste buds) dan mengirimkan impuls pengecap sepanjang nervus sampai ke medulla, kemudian sinyal ini diteruskan sampai ke otak dimana sinyal ini berhubungan dengan sinyal bau untuk menghasilkan sensasi rasa.



DAFTAR PUSTAKA

Guyton and Hall, 2006. Fisiologi Kedokteran, Edisi 11, Irawati, dkk., 2012, EGC,       Jakarta
Harvard medical school, 2004. Harvard Men’s Health Watch,Vol 8:9, 2-3.
Laksmini, Y, et al., 2012. Panduan Praktium Blok Oragan Indra (1.3), Edisi I, cetakan II, Tim Blok Organ Indra, Yogyakarta
Sherwood, L.,2011.Fisiologi Manusia : Dari Sel ke Sistem, Edisi ke-6, EGC, Jakarta


 






Enzim Pencernaan Manusia


Pencernaan pada manusia terjadi dengan dua proses yaitu dengan proses mekanis dan proses kimiawi. 

-          Proses mekanis yaitu dengan mengunyah makanan mengunakan gigi.
-          Proses kimiawi yaitu dengan menggunakan enzim-enzim saluran pencernaan.

     Ketika di mulut akan terjadi dua proses yaitu proses mekanis dan kimiawi dimna enzim pencernaan yang berperan adalah anzim ptialin, enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa.
Kemudian makanan akan di teruskan ke kerongkongan menuju lambung melalui gerakan peristaltik pada kerongkongan.  Di dalam lambung terdapat getatah lambung yang mengandung HCL, enzim renin dan enzim pepsin. 

    HCL berfungsi membunuh bakteri pada makanan dan sekaligus mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.  Enzim pepsin sangan berperan dalam pemecahan protein menjadi  molekul- molekul peptida. 
Selanjutnya makanan akan di teruskan ke usus  halus dan terjadi proses reabsorbsi  dan pencernaan kimia. Pencernaan kimia  ini di bantu oleh Cairan empedu, getah pankreas,  getah usus halus.

Pada getah pankteras terdapat enzim:

a.       Enzim lipase yang berfungsi mencarna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
b.      Enzim tripsin berfungsi mencerna protein menjadi asam amino
c.       Enzim amilase berfungsi dalam mencerna amilum menjadi maltose dan glukosa

Usus halus mengandung enzim:

a.       Enzim sukrase yang berfungsi mencaerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
b.      Enzim laktase yang mengubah laktosa menjadi glukosa
c.       Enzim maltase yang mengubah maltose menjadi glukosa
d.      enzim peptida  yang mengubah peptida menjadi asam amino
e.       enzim enterokinase yang mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan oleh pangkreas

     kemudian selanjutnya menuju ke usus besar, disini terjadi  proses penyerapan air dan garam mineral dan pembusukan yang dilakukan oleh bakteri yang ada di usus besar.

Dan akhirnya zat sisa akan di keluarkan melalui anus.